At-Taqwa News – Puluhan siswa Madrasah Aliyah (MA) Darul Huda, Jambesari, Bondowoso, mendapat pengalaman berharga dalam pelatihan public speaking, Selasa (26/8/2025). Kegiatan ini menghadirkan dua mahasiswa semester II Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) IAI AT-Taqwa Bondowoso, Muhammad Nawasil dan Su’ud Intan, sebagai pemateri utama.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang digelar di bawah koordinasi Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) IAI AT-Taqwa Bondowoso. Dengan mengusung tema “Mengasah Potensi Diri melalui Seni Berbicara”, kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan berbicara di depan umum yang sangat dibutuhkan di era modern.
Acara dibuka dengan penuh khidmat oleh salah seorang siswi MA Darul Huda yang bertindak sebagai master of ceremony (MC). Momentum itu menjadi langkah awal yang simbolis, seakan menegaskan bahwa keterampilan berbicara di depan publik dapat diasah sejak di bangku sekolah.
Dalam sambutan pembukaan, Dr. Abdul Haq As, M.Pd.I., menekankan pentingnya public speaking sebagai modal generasi muda menghadapi perubahan zaman. Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Abdul Goffar, M.Pd.I., yang memberikan motivasi agar siswa berani tampil percaya diri di depan audiens.
Kepala MA Darul Huda, Nira Mellina Pangestika, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai kolaborasi antara kampus dan madrasah menjadi langkah positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya penguatan karakter siswa.
Pelatihan public speaking terbagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama, Su’ud Intan menyampaikan materi dasar-dasar public speaking, mulai dari teknik berbicara, kesalahan umum yang sering terjadi, hingga strategi mengatasinya. Ia menekankan tiga kunci utama: keberanian mental, penguasaan materi, dan latihan berkelanjutan.
Sesi kedua dipandu oleh Muhammad Nawasil yang mendampingi siswa dalam praktik langsung menjadi MC. Fokus latihan diarahkan pada gaya MC formal yang biasa digunakan dalam acara resmi tingkat sekolah. Melalui praktik ini, para siswa diharapkan terbiasa memandu kegiatan dengan percaya diri.
Antusiasme peserta terlihat jelas ketika mereka diberi kesempatan tampil secara bergiliran. Meski beberapa sempat gugup, suasana latihan berjalan hangat dan penuh dukungan dari rekan-rekan sebaya. “Public speaking itu butuh latihan. Semakin sering mencoba, semakin berani kita berdiri di depan banyak orang,” ujar Nawasil saat memotivasi peserta.
Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman nyata yang mengasah keberanian. Para siswa belajar bahwa berbicara di depan umum bukanlah sesuatu yang menakutkan, melainkan peluang untuk mengasah kemampuan diri sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri.
Dalam kesempatan terpisah, Kaprodi MPI IAI AT-Taqwa Bondowoso, Dr. Abdul Wasik, M.HI., menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan PKM menjadi implementasi nyata tridarma perguruan tinggi. “Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga melatih keterampilan praktis, kepemimpinan, dan kepekaan sosial,” tegasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan visi Prodi MPI untuk mencetak calon pendidik dan manajer pendidikan Islam yang profesional, adaptif, dan visioner. Sinergi kampus dan madrasah diharapkan terus berlanjut, sehingga menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus bermanfaat bagi masyarakat.
Pelatihan public speaking di MA Darul Huda ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi dapat hadir langsung di tengah masyarakat. Dengan kolaborasi semacam ini, lahirlah generasi muda yang memiliki intelektualitas, spiritualitas, dan integritas kuat dalam menghadapi tantangan global.
Penulis: Rifky Gimnastiar