15 February 2026

Sholawat Bersama Warnai Penarikan Mahasiswa KKN IAI At-Taqwa Bondowoso di Jambesari

Sholawat Bersama Warnai Penarikan Mahasiswa KKN IAI At-Taqwa Bondowoso di Jambesari

Jambesari — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAI At-Taqwa Bondowoso menggelar kegiatan sholawat bersama dalam rangka penarikan mahasiswa KKN Tahun 2026 pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Pengarang, Kecamatan Jambesari Darus-Sholah, Bondowoso.

Acara dihadiri peserta KKN se-Kecamatan Jambesari Darus-Sholah, perwakilan kampus, unsur kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi penutup masa pengabdian mahasiswa yang telah berlangsung sekitar 35 hari di tengah masyarakat.
Prosesi penarikan dikemas melalui sholawat bersama yang dipandu Majelis Sholawat Syubbanul Ulum serta pengajian umum dengan menghadirkan mubaligh Habib Ali bin Maksin Al-Haddar dan K.H. Anwar Syafi’i. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari sejumlah pihak.

Ketua panitia, Agung Saputra, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut terselenggara atas kekompakan mahasiswa KKN se-kecamatan. Ia menegaskan bahwa keterbatasan dana tidak menghalangi terselenggaranya acara secara meriah berkat kerja kolektif mahasiswa. Sementara itu, Koordinator Kecamatan, Choiril Anam, menyampaikan permohonan maaf sekaligus terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat atas dukungan selama pelaksanaan program KKN, serta berharap kegiatan mahasiswa memberi manfaat bagi warga.

Perwakilan kampus, Ibu Kurniah Astutik, M.Pd.I, juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan KKN terdapat sikap mahasiswa yang kurang berkenan, sekaligus mengapresiasi penerimaan masyarakat terhadap mahasiswa. Ia berharap program yang dijalankan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan setempat.

 

Pak Imron selaku perwakilan Camat Jambesari Darus-Sholah, menegaskan bahwa KKN bukan sekadar agenda akademik, melainkan ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan masyarakat secara langsung. Menurutnya, mahasiswa dituntut mampu beradaptasi, memahami kebutuhan warga, serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Kepala Desa Pengarang menyampaikan rasa bangga sekaligus haru atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap hubungan silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat tetap terjalin meskipun masa KKN telah berakhir.

Lebih lanjut dalam tausiyahnya, Habib Ali bin Maksin Al-Haddar mengingatkan mahasiswa agar menjadikan pengalaman KKN sebagai momentum pembentukan karakter menuju pribadi yang lebih baik. Senada dengan itu, K.H. Anwar Syafi’i menekankan pentingnya mahasiswa menjaga nilai kesantrian dan ke-Aswajaan sebagai identitas kampus, sekaligus menjadi pionir yang membawa manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan berlangsung lancar hingga akhir acara yang ditutup dengan pembacaan sholawat qiyam dan doa bersama sebagai ungkapan syukur serta harapan keberkahan dalam perjalanan selanjutnya.