IAI At-Taqwa News — Institut Agama Islam (IAI) At-Taqwa Bondowoso menjalin kerja sama strategis dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bondowoso. Kerja sama itu diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di kampus IAI At-Taqwa, Rabu (30/8).
MoU ini dipandang sebagai langkah penting dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan lembaga pengawas pemilu. Harapannya, kerja sama ini mampu mendorong lahirnya mahasiswa dan masyarakat yang lebih sadar demokrasi.
Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri langsung Rektor IAI At-Taqwa, Dr. Suheri, M.Pd.I, beserta jajaran pimpinan kampus. Dari pihak Bawaslu hadir lengkap Ketua Bawaslu Bondowoso, Nani Agustina, bersama para anggota, yakni Ismaili, Achmad Zairuddin, Sholikhul Huda, dan Mohammad Hasyim.
Dalam sambutannya, Rektor IAI At-Taqwa menekankan bahwa kerja sama ini tidak boleh berhenti pada seremoni. Ia menegaskan, MoU harus diimplementasikan dalam bentuk program nyata yang berdampak langsung pada mahasiswa maupun masyarakat.
“Kerja sama ini bertujuan agar mahasiswa IAI At-Taqwa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara demokratis. Kami ingin kerja sama ini terwujud dalam pendidikan politik, riset bersama, hingga pengabdian masyarakat,” ujar Suheri.
Menurutnya, kemitraan ini juga akan mendukung lahirnya tradisi politik sehat dalam organisasi kemahasiswaan (Ormawa). Hal itu penting agar mahasiswa terbiasa dengan budaya demokrasi yang berintegritas sejak dini.
Setelah prosesi penandatanganan, jajaran Bawaslu Bondowoso memaparkan tugas pokok dan fungsi lembaga, sekaligus peluang kolaborasi yang bisa digarap bersama kampus. Poin penting yang ditekankan adalah keterlibatan generasi muda dalam pengawasan partisipatif.
Bawaslu menilai, perguruan tinggi memiliki peran vital dalam membangun literasi politik di kalangan mahasiswa. Melalui sinergi dengan kampus, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi menjaga integritas demokrasi, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Ketua Bawaslu Bondowoso, Nani Agustina, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kemitraan ini. Ia menilai langkah IAI At-Taqwa untuk bekerja sama merupakan terobosan yang layak diapresiasi.
“Harapan kami, kerja sama ini dapat melahirkan mahasiswa yang kritis, berintegritas, dan siap menjadi motor penggerak demokrasi yang sehat di masyarakat. Sinergi antara kampus dan Bawaslu adalah langkah penting memperkuat demokrasi, khususnya di Kabupaten Bondowoso,” tegas Nani.
Selain itu, Nani menambahkan, keterlibatan kampus dalam gerakan pengawasan partisipatif dapat menjadi wadah pembelajaran politik praktis bagi mahasiswa. Dengan demikian, generasi muda tidak sekadar menjadi penonton, tetapi aktor penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
Dengan ditandatanganinya MoU ini, IAI At-Taqwa dan Bawaslu Bondowoso berkomitmen menindaklanjutinya dalam berbagai program konkrit. Kolaborasi ini diharapkan menjadi tonggak awal lahirnya gerakan akademik yang kritis sekaligus berkontribusi nyata bagi demokrasi di Indonesia.
Penulis: Rifky Gimnastiar